Sejarah terbentuknya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman (selanjutnya disebut FKIP Unmul) diawali dengan dibentuknya presidium yang bernama Presidium IKIP Samarinda pada tahun 1972, yang kemudian secara resmi menyatakan diri bergabung dengan Universitas Mulawarman dengan melebur menjadi salah satu fakultas. Penggabungan Presidium IKIP Samarinda menjadi fakultas ke-5 di Universitas Mulawarman pada saat itu dikukuhkan melalui persetujuan Gubernur KDH Tingkat I Kalimantan Timur oleh Bapak A. Wahab Syahranie dan melalui Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor: 181/D/E/1978. Dalam perspektif waktu, FKIP Unmul telah melewati sebuah sejarah perjalanan panjang sebagai fakultas yang mengemban amanah pada penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi bidang pendidikan di daerah. Kini, Universitas Mulawarman telah memiliki 13 (tiga belas) fakultas dengan berbagai program studi.

Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan salah satu program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman. Program studi ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan tenaga pendidik dan tenaga profesional di bidang bahasa, sastra, dan literasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Bidang keahlian yang dikembangkan mencakup pendidikan bahasa Indonesia, kajian sastra, linguistik, serta literasi dan pembelajaran berbasis budaya. Keberadaan program studi ini memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam penguatan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, serta pelestarian dan pengembangan sastra dan budaya Indonesia, terutama di Kalimantan Timur.